WITRI
ASTRIYANI 17211449 4EA21
ETIKA KEILMUAN
A. Pengertian Etika
Dalam bahasa inggris.
Etika disebut ethic (singular) yang berarti a system of moral principles or
rules of behaviour, atau sesuatu system, prinsip moral, aturan atau cara
berprilaku. Akan tetapi ethics (plural) berarti the branch of philisophy that
deals with moral principles, suatu cabang filsafatyang memberikan batasan
prinsip-prinsip moral.
Dalam bahasa yunani. Etika
berarti ethikos mengandung arti penggunaaan, karakter, kebiassaan, kecendrungan
dan sikap yang mengandung:
1. Analisis konsep-konsep seperti harus , mesti, benar-ssalah
2. Pencarian kedalam watak moralitas
atau tindakan moral
3. Serta mengandung pencarian kehidupan yang baik secara moral
Dalam bahasa yunani kuno. Etika berarti ethos Dalam bemntuk
tunggal mempunyai arti tempat tinggal yang biasa, padang rumput,
kandang,adat,akhlak, watak perasaan. Sikap dan cara berpikir, dalam bentuk
jamak artinya adalah adat kebiasaan.
Etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu
tentang adat kebiasaan. Arti inilah yang menjadi latar belakang bagi
terbentuknya istilah “etika” yang oleh aristoteles (382-322 sm) sudah dipakai
untuk menunjukan filsafat moral.
B. Ruang Lingkup Etika
Etika membicarakan segala perbuatan yang berkaitan dengan
manusia lingkungan hidupnya. Karena ruanglingkup etika banyak berkulat pada
manusia, dengan demikian etika juga
berurusan dengan persoalan manusia sebagai manusia . Bukan manusia sebagai
dosen, mahasiswa, supir, rektor, pustakawan, tukang sapu dll.
C. Moral
Epistemologi moral, Dalam kaitannya dengan permassalahan moral
, pertanyaan tersulit adalah “Dari mana kita bisa memutuskan suatu itu baik
atau buruk, benar atau salah?”
Contoh:
“Bisakah kita mengetahui bahwa menyiksa anak tidak berdosa adalah perbuatan
tidak bermoral?. Lebih jauh lagi bisakah
kita mengetahui baik atau buruk iti?”
Sejatinya, epistemologi moral membedakan permasalahan tersebut,
persoalan pengetahuan dan justifikasi tentang moral.
Moral berarti sesuatu yang menyangkut prinsip benar dan salah dari suatu perilaku
dan menjadi standar perilaku manusia. Moral berasal dari bahasa latin moralis
yang berarti adat istiadat, kebiasaan, cara , dan tingkah laku. Moral
mengandung 4 pengertian:
1.
Baik-buruk, benar-salah, tepat-tidak tepat dalam aktivitas manusia.
2.
Tindakan benar, adil dan wajar
3.
Kapassitas untuk diarahkan pada kesadaran benar-salah, dan kepastian
untuk mengarahkan kepada orang lain
sesuai dengan kaidah tingkah laku yang dinilai benar-slah, dan sikap seseorang
dalam hubungannya dengan orang lain.
Moralitas: nilai, sifat
moral, keseluruhan azas tingkah laku yang berkaitan dengan moral baik dan
buruk. Ada dua kata yang berhubungan dengan moralitas yaitu:
1.
Amoral: kata ini tidak dihubungkan dengan konteks moral, diluar etis dan
tidak mempunyai relevansi dengan etis.
Contoh : seorang petani tidah memeakai bju saat bekerja di sawah.
2.
Immoral: tidak bermoral, tidak berakhlakj dan tidak etis.
Contoh: seorang petani tidak memakai celana ketika ke sawah.
D. Kajian Etika Ilmu
Menurut K. Bertens (2004: 15-22) mengungkapakan bahwa kajian
etika dapat dibagi menjadi tiga bagian, sebagai berikut:
a. Etika Deskriptif
Etika Deskriptif adalah Mendeskripsikan tingkah laku moral dalam arti luas, seperti: Adat
kebiasaan, Anggapan tentang baik dan buruk. Tindakan-tindakan yang
diperbolehkan atau tidak diperbolehkan.
Etika deskriptif bersifat mengkomparatifkan perbedaan cara masyarakat
menjawab pertanyaan moral, tidak pernah menjustifikasi suatu kebudayaan yang
ada.
Contoh etika deskriptif:
Di selandia baru:isyarat”nebeng” kendaraan di amerika yaiu tangan terkepal
dengan ibu jari secara horisontal mengarah ketujuan merupakan isyarat tak
sopan.
Di prancis: menceklekkan” jari tangan dan dan menepukan telapak tangan ke
kepalan tangan merupakan isyarat tak
sopan.
Di filipina: orang asing tak boleh mengeritik seseorang atau lembaga meski
secara bergurau di dalam pertemuan, orang –orang filipina boleh mengkritik
sesamanya, tapi tak menyukai kritik orang luar atau orang asing
Di costa rica: pada waktu makan, kedua tangan harus ada diatas meja. Dalam
petemuan, kontak mata tidak terlalu penting pada saat berbicara kepada
kelompok.
b. Etika Normatif
Etika normatif yaitu, Etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan
pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini
sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan
kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Contoh etika normatif:
· Menolak korupsi. Kolusi, nepotisme (KKN)
· Menolak adanya prostitusi
· Menolak tindakan penyalahgunaan terhadap NARKOBA
c. Etika Metaetika
Merupakan etika yang berusaha memberikan arti istilah dan bahasa yang di pakai dalam pembicaraan etika, serta cara
berpikir yang di pakai untuk membenarkan pernyataan etika.
Metaetika merupakan hasil kajian dari etika deskriptif dan etika normatif,
yang menjelaskan tentang ciri serta istilah yang berkaitan dengan tindakan
bermoral atau sebaliknya seperti kebaikan, kejahatan, tanggungjawab dan
kewajiban.
Contoh Metaetika:
· Seorang anak menendang bola hingga jendela kaca pecah, secara metaetis,
baik buruknya tindakan tersebut haruss dilihat menurut sudut pandang yang netral.
· Dari sudut pandang si anak, bukanlah suatu kesalahan apabila ia menendang
bola ketika sedang bermain, karena memang dunianya (dunia anak-anak) salah
satunya adalah bermain, apalagi ia tidak sengaja melakukannya.
· Bagaimanapun juga hal seperti ini tida akan pernah menemui kejelassannya
hingga salah ssatu pihak terpaksa
kalah atau mungkin masalah menjadi berlarut-larut. Mungkin juga kedua pihak
dapat saling memberi maklum. Menyikapi persoalan semacam inilah, maka
meta-etika dijadikan bekal awal dalam
mempertimbangkan suatu masalah, sebelum
penetapan hasil pertimbangan dibuat
E. Perbedaan Etika Dan Etiket
· Etiket: menyangkut bagaimana suatu perbuatan harus dilakukan dalam suatu
pergaulan, berlaku untuk budaya tertentu.
· Etika: berkenan dengan pemikiran yang mendasari perbuatan itu dilakukan
dengan cara tertentu.
· Contoh:
Budaya jawa menganggap
tidak sopan untuk perilaku menyampaikan sesuatu kepada orang tua dengan tangan
kiri. Budaya barat tidak mempermasalahkan tangan kiri/kanan. Budaya jawa
tersebut diatas dapat berubah dengan pergeseran waktu dan budaya lain.
Memasukan bahan toksik
dalam gelas seseorang secara sembunyi-sembunyi. Secara etika jelas melanggar,
karena merugikan orang lain. Tetapi tidak menampakkan etiket yang menyalahi,
bahkan orang lain pun tidak mengetahui.
F. Teori-Teori Etika
· Absolutis: teori ini menganggap bahwa kebenaran moral bersifat universal
(biasa diterapkan dimana pun dan kapan pun).
· Relativis, kebalikan dari absolut yaitu mempercayai bahwa kepercayaan moral
itu tidak universal, setiap waktu atau tempat mempunyai nilai moralnya sendiri,
yang berbeda satu sama lain.
· Teleologis, mempercayai bahwa nilai moral itu ditentukan dari akhir atau
hasil tindakan.
· Deontologis, kata deon dalam bahasa yunani berarti kewajiban, teori moral
yang menekan kewajiban.
G. Aliran-Aliran filsafat tentang Etika
· Naturalisme, berpendapat bahwa
kebahagiaan manusia itu dedapatkan dengan menurutkan panggilan
natural/fitrah kejadian manusia sendiri. Naturalisme berpendapat bahwa
perbuatan susila ialah perbuatan yang
menimbulkan hendone (kenikmatan dan kelezatan).
· Utilitarisme, berpendapat bahwa baik dan buruknya perbuatan manusia
ditinjau dari kecil dan besarnya manfaatnya bagi manusia.
· Idealisme, berpendapat bahwa perbuatan manusia janganlah terikat pada sebab
musabab lahir, tapi haruslah berdasarkan pada prinsip ide yang tinggi.
· Vitalisme, berpendapat bahwa baik dan buruknya perbuatan manusia ada
tidaknya daya hidup ‘vital’ yang maksimum dalam mengendalikan perbuatan
tersebut.
· Theologis, berpendapat bahwa baik dan buruknya perbuatan manusia diukur
dengan sesuai atau tidaknya dengan perintah tuhan.
H. Hubungan Antara Etika Dan Ilmu
· Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Jadi etika dan ajaran
moral tidak berada di tingkat yang sama.
· Ilmu dan etika sebagai suatu pengetahuan yang diharapkan dapat meminimalkan
dan menghentikan oerilaku penyimpangan dan kejahatan di kalangan masyarakat.
· Ilmu dan etika diharapkan mampu
mengembangkan kesadaran moral di lingkungan masyarakat sekitar agar dapat
menjadi cendekiawan yang memiliki moral dan akhlak yang baik/mulia.
Contoh hubungan antara etika dan beberapa ilmu:
•
Etika dan jiwa ilmu (psikologi), antara etika dan ilmu jiwa terdapat
hubungan yang amat kuat. Ilmu jiwa menyelidiki dan membicarakan kekuatan
perasaan, paham, mengenal, ingatan, kehendak,
sedangkan etika sangat membutuhkan obyek kajian ilmu jiwa. Pada masa sekarang
ini, terdapat cabang ilmu jiwa yang disebut’ ilmu jiwa masyarakat” yakni
menyelidiki soal bahasa bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan susunan
masyarakat.
•
Etika dan ilmu kemasyarakatan (sosiologi), hubungan diantara kedua ilmu ini
erat, karena perbuatan manusia itulah yang menjadi topik kajiannya, disisi lain
etika sangat mendorong untuk mempelajari kehidupan masyarakat yang mana itu
menjadi pokok persoalan sosiologi.
I.
Kode Etik
Etika memberikan semacam batasan maupun standar yang mengatur
pergaulan di dalam kelompok sosialnya. Etika kemudian dirupakan ke dalam bentuk
aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip moral
yang ada dan pada saat dibutuhkan dapat difungsikan sebagai alat untuk
menghakimi segala macam tindakan yang secara logika rasional umum dinilai
menyimpang dari kode etik.
Komentar :
Etika Ilmu patutnya diterapkan oleh masyarakat indonesia yang menerapkan banyak kebiasaaan, tentunya etiket yang baik.